Cara Memilih Kontraktor Untuk Pembuatan Kolam Renang yang Tepat


Membangun kolam renang untuk tujuan rumah benar2 tidak larat dilakukan ceroboh, Kontraktor kolam renang haruslah yang terbaik agar perolehan yang diperoleh juga pantas dengan yang diinginkan. Berikuti ini Aku akan berbagi tips di memilih pemborong kolam renang yang sanggup Anda jadikan referensi Anda dalam memilih kontraktor pasu.

Menentukan produksi kolam renang biasanya pun dipengaruhi oleh kontraktor situ renang yang membuatnya. Pra membuat tembok renang mesti difikirkan terlebih dahulu servis kontraktor pasu renang yang nantinya akan digunakan apakah sudah profesional, berpengalaman serta kredibilitasnya sudah biasa tidak diragukan lagi.

Kami Trijaya Pool akan berbagi informasi mengenai tips memilih kontraktor kolam renang yang terbaik dan tepat, gimana sih trik memilihnya? Berikut informasinya untuk Anda:

1. Lakukan Survey

Sebelum mengukuhkanmenjadikan jasa kolam renang sepantasnya Anda lakukan survey terlebih dahulu, Anda bisa menilainya dari variasi aspek menyerupai tingkat serta hasil pengerjaannya, kepercayaan yang tinggi juga dari martabat yang tentunya standar secara kontraktor tembok di teritori lain atau dari perusahaannya apakah telah resmi atau baru start.

2. http://kontraktorkolamrenang.co.id/ Saksama Layanan

Pilihlah jasa pasu renang yang memberikan fasilitas yang simpatik, cara komitmen yang bagus, dan tentunya dapat melepaskan layanan yang terbaik. Renceng mulut bisa dilihat dari bagaimana customer merespon Anda, apakah beserta baik atau justru memproduksi Anda susah hati.

3. Saksama Desain Situ Yang Ditawarkan

Desain situ renang pun bisa menentukan seberapa terampil kontraktor pasu renang tersebut digunakan, Kamu bisa lihat lebih jelas mengenai model yang ditawarkan. Jika saham tersebut telah berpengalaman tentunya sudah punya banyak gambaran desain yang berbeda dan unik daripada yang relasi ada sebelumnya.

4. Seleksi Kontraktor Tembok Terbaik

Pemborong kolam renang yang terbaik yang professional biasanya mau memberikan kesenangan kepada pelanggannya, Anda sanggup lakukan pengetesan dengan mengamati portofolio produksi kolam renang yang telah berhasil dibuat, tentunya semakin banyak situ renang yang berhasil terbuat tentunya semakin baik pelayanannya.

5. Pilih Kontraktor Situ Yang Menuntungkan

Kontraktor kolam yang menurunkan layanan super kepada pelanggan bisa dlihat dari testimony pelangganya, Engkau bisa perhatikan respon atas pelanggan yang menggunakan usaha kontraktor itu.

Itulah sejumlah tips yang bisa Dikau lakukan untuk memilih pemborong kolam renang yang akurat, ada baiknya pra Anda menghasilkan kolam renang harus pertimbangkan kualitas pelayaannya.

Advertisements

Pemahaman Aqiqah Merujuk Kepercayaan Islam


Dari sisi bahasa ‘Aqiqah artinya: menyabet. Asalnya disebut ‘Aqiqah, karena dipotongnya lembut binatang dengan penyembelihan itu. Ada yang mengatakan jika aqiqah adalah nama bagi hewan yang disembelih, disebut demikian karena lehernya dipotong Ada pula yang mengatakan bahwa ‘aqiqah itu asalnya ialah: Serat yang terjumpa pada oknum si budak ketika ia keluar dari rahim embuk, rambut tersebut disebut ‘aqiqah, karena ia mesti dicukur.

Aqiqah adalah penyembelihan domba/kambing untuk momongan yang dilahirkan pada hari ke tujuh, 14, ataupun 21. Jumlahnya 2 upaya untuk balita laki-laki dan 1 kontrol untuk momongan perempuan.

Dalil-dalil Pelaksanaan

Mulai Samurah bin Jundab dia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Semua anak balita tergadaikan beserta aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi seri dan dicukur rambutnya. ” [HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad]

Dari Aisyah dia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan budak perempuan mono kambing. ” [HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah]

Anak-anak ini tergadai (tertahan) dengan aqiqahnya, disembelih satwa untuknya dalam hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberi nama. ” [HR Ahmad]

Atas Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata: Rasululloh berfirman: “Aqiqah dijalankan karena kelahiran bayi, dipastikan sembelihlah satwa dan hilangkanlah semua gangguan darinya. ” [Riwayat Bukhari]

Mulai ‘Amr bin Syu’aib atas ayahnya, mulai kakeknya, Rasulullah saw bersabda:

“Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan tunggal kambing. ” [HR Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad]

Dari ‘Aisyah RA, ia berkata, “Rasulullah SAW relasi ber ‘aqiqah untuk Laksmi dan Husain pada hari ke-7 dari kelahirannya, sira memberi nama dan mengharuskan supaya dihilangkan kotoran mulai kepalanya (dicukur)”. [HR. Hakim, pada AI-Mustadrak juz 4, sesuatu. 264]

Pemberitahuan: Hasan & Husain ialah cucu Rasulullah saw SAW.

Dari Fatimah binti Muhammad saat melahirkan Rancak, dia mengatakan: Rasulullah berkata: “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan argentum kepada orang2 miskin seberat timbangan rambutnya. ” [HR Ahmad, Thabrani, serta al-Baihaqi]

Mulai Abu Buraidah r. a.: Aqiqah ini disembelih di hari ketujuh, atau keempat belas, atau kedua persepuluhan satunya. (HR Baihaqi & Thabrani).

Hukum Aqiqah Keturunan adalah sunnah (muakkad) sesuai pendapat Imam Malik, penduduk Madinah, Imam Syafi’i dan sahabat-sahabatnya, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan rutin ulama ahli fiqih (fuqaha).

Dasar yang dipakai sebab kalangan Syafii dan Hambali dengan mengatakannya sebagai sesuatu yang sunnah muakkadah ialah hadist Nabi SAW. Yang berbunyi, “Anak tergadai secara aqiqahnya. Disembelihkan untuknya di hari ketujuh (dari kelahirannya)”. (HR al-Tirmidzi, Hasan Shahih)

“Bersama bani ada aqiqah, maka tumpahkan (penebus) darinya darah sembelihan dan bersihkan darinya buangan (Maksudnya bercukur rambutnya). ” (HR: Ahmad, Al Bukhari dan Ashhabus Sunan)

Sidang: “maka tumpahkan (penebus) darinya darah sembelihan” adalah komando, namun bukan bersifat wajib, karena terdapat sabdanya yang memalingkan mulai kewajiban ialah: “Barangsiapa diantara kalian tersedia yang ingin menyembelihkan bagi anak-nya, jadi silakan lakukan. ” (HR: Ahmad, Duli Dawud & An Nasai dengan sanad yang hasan).

Perkataan: “ingin menyembelihkan,.. ” merupakan informasi yang memutar perintah yang pada dasarnya tetap menjadi sunnah.

Imam Malik berkata: Aqiqah itu sebagaimana layaknya nusuk (sembeliah denda larangan haji) dan udhhiyah (kurban), bukan boleh pada aqiqah berikut hewan yang picak, mersik, patah tulang, dan nyeri. Imam Asy-Syafi’iy berkata: & harus dihindari dalam hewan aqiqah berikut cacat-cacat yang bukan diperbolehkan di dalam qurban.

Buraidah berkata: Lepas kami pada masa jahiliyah apabila salah seorang diantara kami mempunyai anak, ia menyembelih kibas dan menconteng kepalanya beserta darah wedus itu. Jadi setelah Sang pencipta mendatangkan Agama islam, kami menjagal kambing, memotong (menggundul) penyelenggara si momongan dan melumurinya dengan minyak wangi. [HR. Abu Dawud surah 3, hal. 107]

Mulai ‘Aisyah, ia berkata, “Dahulu orang-orang dalam masa jahiliyah apabila meronce ber’aqiqah untuk seorang bayi, mereka menggores kapas secara darah ‘aqiqah, lalu begitu mencukur serat si balita mereka melumurkan pada kepalanya”. Maka Rasul SAW berkata, “Gantilah resam itu beserta minyak wangi”.[HR. Rumpun Hibban dengan tartib Ibnu Balban surah 12, sesuatu. 124]

Menunaikan aqiqah pikir kesepakatan para ulama ialah hari ketujuh dari kemunculan. Hal itu berdasarkan hadits Samirah di mana Rasul SAW bertitah, “Seorang keturunan terikat beserta aqiqahnya. Ia disembelihkan aqiqah pada hari ketujuh serta diberi nama”. (HR. al-Tirmidzi).

Namun demikian, apabila terlewat dan bukan bisa dilaksanakan pada hari ketujuh, ia bisa dijalankan pada hari ke-14. Meski tidak juga, maka pada hari ke-21 atau kapan saja ia mampu. Imam Malik mengatakan: Pada dzohirnya bahwa keterikatannya pada hari ke tujuh (tujuh) bagi dasar anjuran, maka takut-takut menyembelih dalam hari di 4 (empat) ke 8 (delapan), di 10 (sepuluh) atau setelahnya Aqiqah ini telah semua. Karena pijakan ajaran Islam adalah mempermudah bukan menyulitkan sebagaimana tutur Allah SWT: “Allah menodong kemudahan bagimu dan gak menghendaki kesukaran bagimu”. (QS. Al Baqarah: 185)

Kegiatan aqiqah disunnahkan pada hari yang ketujuh dari kelahiran, ini berlandaskan sabda Nabi SAW, yang artinya: “Setiap anak itu tergadai beserta hewan aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ke tujuh, dan dia dicukur, dan diberi seri. ” (HR: Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan, & dishahihkan oleh At Tirmidzi)

Dan apabila tidak mampu melaksanakannya dalam hari ketujuh, maka bisa dilaksanakan pada hari ke empat belas, dan bila tidak dapat, maka saat hari di dua puluh satu, itu berdasarkan hadits Abdullah Putri Buraidah mulai ayahnya dari Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam, sira berkata yang artinya: “Hewan aqiqah tersebut disembelih saat hari ketujuh, ke 4 belas, serta ke dua puluh satu. ” (Hadits hasan tambo Al Baihaqiy)

Namun sesudah tiga minggu masih tidak mampu oleh sebab itu kapan sekadar pelaksanaannya dalam kala sungguh mampu, sebab pelaksanaan di dalam hari-hari ke tujuh, di empat belas dan ke dua persepuluhan satu merupakan sifatnya sunnah dan paling utama sungguh wajib. & boleh pun melaksanakannya sebelum hari di tujuh.

Bayi yang tenang dunia pra hari ketujuh disunnahkan pun untuk disembelihkan aqiqahnya, bahkan meskipun balita yang keguguran dengan tata sudah berusia empat kamar di dalam rahim ibunya.

Aqiqah adalah syari’at yang ditekan kepada rama si bocah. Namun jika seseorang yang belum dalam sembelihkan fauna aqiqah sambil orang tuanya hingga ia besar, jadi dia sanggup menyembelih aqiqah dari dirinya sendiri, Syaikh Shalih Al Fauzan mengatakan: Dan kalau tidak diaqiqahi oleh ayahnya kemudian dia mengaqiqahi dirinya sendiri maka hal itu tidak apa-apa menurut aku, wallahu ‘Alam.

Hukum Aqiqah Setelah Dewasa/Berkeluarga

Pada dasarnya aqiqah disyariatkan untuk dilaksanakan di dalam hari ketujuh dari kemunculan. Jika bukan bisa, oleh karena itu pada hari keempat belas. Dan jika gak bisa pun, maka pada hari kedua puluh wahid. Selain itu, pelaksanaan aqiqah menjadi beban ayah.

Tapi demikian, bahwa ternyata pada kecil ia belum diaqiqahi, ia dapat melakukan aqiqah sendiri di saat kuat. Satu saat al-Maimuni bertanya kepada Imam Ahmad, “ada orang yang belum diaqiqahi apakah saat besar ia boleh mengaqiqahi dirinya sendiri? ” Imam Ahmad menyangkal, “Menurutku, apabila ia belum diaqiqahi ketika kecil, oleh karena itu lebih indah melakukannya sendiri saat kuat. Aku bukan menganggapnya makruh”.

Para saudara Imam Syafi’i juga menganggap demikian. Pikir mereka, anak-anak yang telah dewasa yang belum diaqiqahi oleh orang2 tuanya, dianjurkan baginya untuk melakukan aqiqah sendiri.

Total Hewan

Banyak hewan aqiqah minimal adalah satu kontrol baik untuk laki-laki ataupun pun untuk perempuan, sebagaimana perkataan Pelerai demam Abbas ra: “Sesungguh-nya Rasul SAW mengaqiqahi Hasan & Husain tunggal domba satu domba. ” (Hadits shahih riwayat Debu Dawud & Ibnu Al Jarud)

Aku harus ingat bahwa Lembut dan Husain adalah keturunan kembar. Oleh karena itu pada wahid kelahiran itu disembelih dua ekor kambing.

Namun yang lebih terpenting adalah dua ekor untuk anak laki-laki dan 1 upaya untuk anak perempuan berlandaskan hadits-hadits berikut ini:

Ummu Kurz Al Ka’biyyah berkata, yang artinya: “Nabi SAW memerintahkan agar dsembelihkan aqiqah mulai anak laki-laki dua ekor kambing dan atas anak perempuan satu upaya. ” (Hadits sanadnya shahih riwayat Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan)

Dari Aisyah ra mengatakan, yang mempunyai: “Nabi SAW memerintahkan meronce agar disembelihkan aqiqah dari anak laki-laki dua ekor sedia yang selevel dan daripada anak dara satu ekor. ” (Shahih riwayat At Tirmidzi)

Hal-hal yang disyariatkan sehubungan beserta ‘aqiqah

Yang berhubungan dengan sang bani

1. Disunnatkan untuk meluluskan nama serta mencukur rambut (menggundul) saat hari ke-7 sejak hari iahirnya. Contohnya lahir pada hari Esa, ‘aqiqahnya tanggal pada hari Sabtu.

2. Bagi bani disunnatkan ber’aqiqah dengan 2 ekor kambing sedang untuk anak dara 1 ekor.

3. ‘Aqiqah ini paling utama dibebankan menurut orang tua si anak, namun demikian boleh pun dilakukan oleh keluarga yang lain (kakek dan sebagainya).

4. Aqiqah ini hukumnya sunnah.

Daging Aqiqah Lebih Indah Mentah Atau Dimasak

Disarankan agar dagingnya diberikan dalam kondisi sudah biasa dimasak. Hadits Aisyah ra., “Sunnahnya dua ekor kibas untuk bani dan mono ekor kibas untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh”. (HR al-Bayhaqi)

Uci-uci aqiqah dikasih kepada tetangga dan sengsara miskin pun bisa dikasih kepada orang non-muslim. Bahkan jika hal itu dimaksudkan untuk memikat simpatinya dan dalam rancangan dakwah. Dalilnya adalah tutur Allah, “Mereka memberi menjarah orang rendah, anak yatim, dan terpidana, dengan sikap senang”. (QS. Al-Insan: 8). Menurut Ibn Qudâmah, tahanan pada saat itu ialah orang-orang keparat. Namun demikian, keluarga pun boleh memakan sebagiannya.

Yang berhubungan beserta binatang sembelihan

1. Di masalah ‘aqiqah, binatang yang boleh dipergunakan sebagai sembelihan hanyalah kambing, tanpa menjamu apakah nyali besar atau puan, sebagaimana tambo di kolong ini:

Dari Ummu Kurz AI-Ka’biyah, bahwasanya ia sempat bertanya menurut Rasulullah SAW tentang ‘aqiqah. Maka bicara beliau SAW, “Ya, untuk anak laki-laki 2 ekor kambing dan untuk anak perempuan satu kontrol kambing. Gak menyusahkanmu elok kambing tersebut jantan sekalipun betina”. [HR. Ahmad dan Tirmidzi, dan Tirmidzi menshahihkannya, dalam Nailul Authar 5: 149]

Dan kami belum memperoleh dalil lainnya yang menampilkan adanya hewan selain kibas yang dipergunakan sebagai ‘aqiqah.

2. Ruang yang dituntunkan oleh Rasul SAW berdasar pada dalil yang shahih yakni pada hari ke-7 dari kelahiran anak tersebut. [Lihat informasi riwayat ‘Aisyah dan Samurah di atas]

Pembagian ketuat Aqiqah

Akan halnya dagingnya oleh sebab itu dia (orang tua anak) bisa memakannya, menghadiahkan sebagian dagingnya, dan mensedekahkan beberapa lagi. Syaikh Utsaimin mengatakan: Dan tidak apa-apa dia mensedekahkan darinya dan menjemput kerabat dan tetangga untuk menyantap sasaran daging aqiqah yang sungguh matang. Syaikh Jibrin mengatakan: Sunnahnya dia memakan sepertiganya, menghadiahkan sepertiganya kepada sahabat-sahabatnya, dan mensedekahkan sepertiga lagi kepada umat islam, dan mampu mengundang sohib2 dan macam untuk menyantapnya, atau boleh juga dia mensedekahkan semuanya. Syaikh Ibnu Bazz berkata: Dan tuan bebas memilih antara mensedekahkan seluruhnya / sebagiannya & memasaknya lalu mengundang orang yang tuan lihat pantas diundang dari kalangan moyang, tetangga, sobat-sobat seiman dan sebagian manusia faqir untuk menyantapnya, & hal sebagai dikatakan per Ulama-ulama yang terhimpun di dalam Al lajnah Ad Daimah.

Pemberian Nama Anak

Tidak diragukan lagi kalau ada kaitan antara maksud sebuah sebutan dengan yang diberi identitas. Hal ini ditunjukan beserta adanya sekitar nash syari yang memberitahukan hal ini.

Dari Serbuk Hurairoh Ra, Nabi SAW bersabda: “Kemudian Aslam mudah-mudahan Allah menyelamatkannya dan Ghifar semoga Yang mahakuasa mengampuninya”. (HR. Bukhori 3323, 3324 serta Muslim 617)

Ibnu Al-Qoyyim berkata: “Barangsiapa yang mengindahkan sunah, ia akan memperoleh bahwa makna-makna yang tersembunyi dalam pamor berkaitan dengannya sehingga seakan-akan makna-makna ini diambil darinya dan bagai nama-nama tersebut diambil dari makna-maknanya”. Dan jika anda ingin mengetahui konsekuensi nama-nama tentang yang diberi nama (Al-musamma) maka perhatikanlah hadits pada bawah berikut:

Dari Said bin Musayyib dari bapaknya dari kakeknya Ra, ia berkata: Aku datang kepada Nabi SAW, beliau pula biar bertanya: “Siapa namamu? ” Aku respons: “Hazin” Nabi berkata: “Namamu Sahl” Hazn berkata: “Aku tidak akan merobah nama rezeki bapakku” Ibnu Al-Musayyib berkata: “Orang ini senantiasa sok keras lawan kami setelahnya”. (HR. Bukhori) (At-Thiflu Wa Ahkamuhu/Ahmad Al-’Isawiy hal 65)

Oleh karena itu, penamaan yang elok untuk anak-anak menjadi satu diantara kewajiban orang tua. Di antara nama-nama yang baik yang padan diberikan adalah nama nabi penghulu zaman yaitu Muhammad. Sebagaimana sabda beliau: Atas Jabir Ra dari Rasul SAW beliau bersabda: “Namailah dengan namaku dan janganlah engkau mempergunakan kunyahku”. (HR. Bukhori 2014 dan Orang islam 2133)

Untuk mengetahui cara pemberian nama yang baik dari sisi ajaran Islam, silahkan faksi:

Memberi Pamor Bayi atau Anak Dengan Islami

Mencukur Rambut

Menjatuhkan rambut merupakan anjuran Nabi yang amat baik untuk dilaksanakan tatkala anak yang baru mengembol pada hari ketujuh.

Di dalam hadits Samirah disebutkan kalau Rasulullah saw. Bersabda, “Setiap anak terjepit dengan aqiqahnya. Pada hari ketujuh disembelihkan hewan untuknya, diberi pamor, dan dicukur”. (HR. at-Tirmidzi).

Dalam kitab al-Muwaththâ` Imam Malik meriwayatkan bahwa Fatimah menimbang bobot rambut Rancak dan Husein lalu beliau menyedekahkan galuh seberat serat tersebut.

Tiada ketentuan apakah harus digundul atau bukan. Tetapi yang jelas pencukuran tersebut harus dilakukan dengan rata; bukan boleh hanya mencukur sebagian kepala & sebagian lainnya dibiarkan. Tentu saja semakin banyak rambut yang dicukur dan ditimbang semakin -insya Allah- bertambah besar agaknya sedekahnya.

Seruan Menyembelih Hewan Aqiqah

Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin.

Memiliki arti: Dengan sebutan Allah, ya Allah terimalah (kurban) dari Muhammad serta keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad. ” (HR Ahmad, Orang islam, Abu Dawud)

Doa momongan baru dilahirkan

Innii u’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaythaanin wa haammatin wamin kulli ‘aynin laammatin

Memiliki arti: Aku berlindung untuk anak ini secara kalimat Allah Yang Simpan dari seluruh gangguan syaitan dan sindiran binatang dan gangguan sorotan mata yang dapat memapah akibat leta bagi apa pun yang dilihatnya. (HR. Bukhari)

Hikmah Aqiqah

Aqiqah Menurut Syaikh Abdullah nashih Ulwan dalam kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam sebagaimana dilansir di satu buah situs memiliki beberapa moral diantaranya:

1. Menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW di dalam meneladani Nabiyyullah Ibrahim AMERIKA tatkala Allah SWT menerima putra Ibrahim yang tercinta Ismail USA.

2. http://dapoeraqiqah.com/aqiqah-bandung/ Dalam aqiqah itu mengandung unsur perlindungan daripada syaitan yang dapat memegang anak yang terlahir tersebut, dan itu sesuai secara makna hadits, yang artinya: “Setiap budak itu tergadai dengan aqiqahnya. ” [3]. Dengan demikian Anak yang sudah ditunaikan aqiqahnya insya Sang pencipta lebih terlindung dari gangguan syaithan yang sering meranyau anak-anak. Hal inilah yang dimaksud sebab Al Imam Ibunu Al Qayyim Al Jauziyah “bahwa lepasnya dia dari syaithan tergadai sambil aqiqahnya”.

3. Aqiqah merupakan tebusan hutang anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak saat hari rekapitulas. Sebagaimana Kepala Ahmad menyiarkan: “Dia tergadai dari melepaskan Syafaat untuk kedua orang tuanya (dengan aqiqahnya)”.

4. Merupakan wujud taqarrub (pendekatan diri) mendapatkan Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus guna wujud mengecap syukur bagi karunia yang dianugerahkan Yang mahakuasa Subhanahu wa Ta’ala secara lahirnya si anak.

5. Aqiqah sebagai sarana menimbulkan rasa makmur dalam mengerjakan syari’at Islam & bertambahnya keturunan mukmin yang bakal memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.

6. Aqiqah memperkukuh ukhuwah (persaudaraan) diantara warga.

Dan tetap banyak juga hikmah yang terkandung di pelaksanaan Syariat Aqiqah ini.

Pengertian Aqiqah, Dalil Syari Tentang Aqiqah, Hukum Aqiqah Oleh Debu Muhammad ‘Ishom bin Mar’i[Disalin serta diringkas balik dari kitab “Ahkamul Aqiqah” karya Bubuk Muhammad ‘Ishom bin Mar’i, terbitan Maktabah as-Shahabah, Jeddah, Saudi Arabia, dan diterjemahkan oleh Mustofa Mahmud Adam al-Bustoni, beserta judul “Aqiqah” terbitan Sirat Ilahi Press, Yogjakarta, 1997]